Entri Populer

Rabu, 08 Desember 2010

MOTIVASI DAN INSPIRASI

Rabu, 08 Desember 2010

By. Linoki 

STATUS DI FACEBOOK

Sebagai pengguna aktif facebook setiap hari, bahkan jam dan bahkan menit hehehe...saya sering memperhatikan status-status teman-teman yang jumlah sudah mencapai ribuan. Diantara yang terpantau tentu yang sering update status. Disinilah saya bisa melihat sejumlah sifat dan karakter seseorang. Ada yang apa adanya, ada yang lebay, ada yang narsis, ada yang lucu, ada yang sok tua, ada yang tak peduli dengan status kawan, ada yang care, ada yang serius, ada yang kurang tahu, pokoknya bermacam-macam.

Tapi dari sekian karakter itu, saya mempunyai sejumlah catatan dari status-status tersebut.
1. Ada tokoh yang hanya mementingkan ketokohan dia,membuat status tentang "kehebatan" dia, kegiatan dia. Endingnya tak mau membalas komentar penggemarnya. Tokoh ini juga tak mau membuat status yang ringan dan membuat orang yang membaca tersenyum bahkan tertawa. Akhirnya tokoh ini bagi saya membosankan dan sudah malas saya mengomentari statusnya.

2. Ada tokoh hebat juga yang apa adanya. Selain status-statusnya menunjukan aktifitas dia, seringkali dia membuat status ringan, lucu bahkan membuat yang membaca ikut senang. Dia juga sering membalas komentar penggemarnya.

3. Ada teman yang sering membuat status dengan kalimat yang tak dimengerti. Bukan karena menggunakan bahasa asing, tapi menggunakan kalimat yang berbelit-belit. Endingnya bukan kecerdasan dia yang muncul, tapi sok-sokan dia yang nampak.

3. Ada teman yang sering membuat status tentang kedekatannya dengan Tuhan. Status bernada doa dan kepasrahan. Padahal endingnya dia jauh dari hal itu. Munafikun

4. Ada teman yang membuat status yang membuat orang lain yang tak kenal dia, menganggap dia sesuai dengan status yang dia buat. Seperti status yang seolah-olah dia punya sopir pribadi, punya rumah mewah, pekerjaan mantap dan sebagainya.

5. Ada teman yang sering membuat status rasa rindu dan kangen kepada pacar.Tapi dengan kalimat yang membuat banyak orang eneg. saya sudah pernah mendelete orang ini dari daftar teman.

6. Ada teman yang sering membuat status lucu. Pokoknya setiap kita membaca pasti tertawa, happy dan riang gembira.

7. Ada teman yang sering membuat status tentang derita dia, sehingga seolah-olah berharap belas kasihan dari teman-teman lain. Padahal penderitaan dia tak separah status dia.

8. Ada teman yang sering membuat status seolah-olah hanya dia yang punya kerjaan. Sok sibuk.

9. Ada teman yang suka membuat status sok kritis, menyikapi kebijakan pemerintah, kejadian dsbnya.

10. Ada teman yang suka membuat status menyindir seseorang di FB.
11. Dll....

MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

oleh Linoki Noki pada 09 Desember2010 jam 20:00
 
Selama ini yang aku tunggu adalah kepastian dari dia. Jika dia ingin pergi dariku mengapa dia tak meninggalkan satu katapun untukku? Sungguh menyakitkan, dia pergi meninggalkanku begitu saja tanpa pesan. Aku hanya ingin mendengarkan suara dia untuk yang terakhir kalinya walaupun hanya satu kata yang terucap. Tapi, mengapa setiap aku mendengar suara dia aku tidak bisa menahan air mata? dan saat dia tertawa aku pun ikut tertawa, tapi mengapa saat aku tertawa berbagi kebahagiaan dengan dia, air mata keluar semakin deras? dan akhirnya aku menyadari, bahwa dia bahagia bukan karena aku, dan dia tak disampingku  lagi. Satu yang kuinginkan adalah kepastian.

Senin, 06 Desember 2010

Penemuan Obat Kanker, Kenapa Disembunyikan

Tanaman Keladi Tikus untuk Kanker

oleh : Linoki ( Asak Pedas )

Tanaman Keladi Tikus untuk Kanker  Penyakit kanker merupakan penyakit mematikan. Jarang ada pasien yang pulih 100 % dari penyakit ini. Salah satu mantan penderitanya adalah istri saya. Kebetulan saya mendapat artikel ini dari sebuah milis. Mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Kanker semoga tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman "KELADI TIKUS" (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.

Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia.

Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.

Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut.
"Sebelum menjalani kemoterapi,dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi.

Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah took obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996.
Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.

Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu.

Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut.

Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta," kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi.

Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali. Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternative.
Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi.
Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos,Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni.
Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo.

Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lag dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.

Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta, telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo.

Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.

Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga social "Cancer Care Indonesia" beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta, telp : 021-4894745
Semoga pengobatan dengan tanaman obat dapat bermanfaat bagi para penderita kanker. Saya sendiri tidak tahu persis dari kebenaran informasi ini, bagi yang sudah pernah mencoba ataupun ingin mengechek informasinya silahkan saja menghubungi nomor di atas.

SIKAP MENTAL YANG BAIK

APA SAJA SIKAP MENTAL YANG BAIK DALAM BERMEDITASI?
By. Linoki ( Asaka Pedas ) Desember 2010
1. Meditasi adalah mengetahui dan mengamati apapun yang terjadi
(apakah itu menyenangkan atau tidak menyenangkan) dengan cara yang relaks.
2. Meditasi adalah memperhatikan dan menunggu dengan sabar, dengan kesadaran dan pengertian.
Meditasi bukanlah mencoba untuk mengalami sesuatu yang kamu telah baca atau dengar.
3. Hanya memberi perhatian pada saat yang sekarang.
Jangan khawatir akan pikiran-pikiran tentang masa lalu.
Jangan terhanyut dengan pikiran-pikiran tentang masa depan. Sadari apa yang terjadi.
4. Ketika bermeditasi, tubuh, dan batin harus terasa nyaman.
5. Jika batin dan jasmani menjadi lelah, berarti ada yang salah dengan cara Anda berlatih dan
inilah waktu untuk mengecek cara Anda bermeditasi.
6. Mengapa Anda focus begitu keras saat bermeditasi?
Apakah Anda menginginkan sesuatu?
Apakah Anda menginginkan sesuatu terjadi?
Apakah ingin sesuatu untuk berhenti terjadi?
Ceklah untuk mengetahui apabila salah satu sikap-sikap yang tadi ada.
7. Batin saat bermeditasi haruslah relax dan damai. Anda tidak dapat berlatih saat batin sedang
tegang.
8. Jangan focus terlalu keras, jangan mengontrol. Jangan juga memaksa atau membatasi diri Anda.
9. Jangan mencoba untuk membuat/menciptakan sesuatu,
dan jangan menolak apa yang sedang terjadi.
Hanya menyadari saja.
10. Mencoba membuat sesuatu adalah keserakahan.
Menolak apa yang sedang terjadi adalah kebencian (tidak suka).
Tidak mengetahui bahwa sesuatu sedang terjadi atau sudah berhenti adalah kebodohan batin.
11. Hanya pada saat batin yang mengamati, dapat mengamati tanpa keserakahan, ketidaksukaan
atau ketakutan (kecemasan), barulah Anda benar-benar bermeditasi.
12. Jangan mempunyai pengharapan- pengharapan,
janganlah menginkan sesuatu,
jangan menjadi gusar, karena jika Anda memiliki sikap-sikap tersebut dalam batin Anda,
hal itu akan menyebabkan Anda sulit bermeditasi.
13. Anda tidak sedang mencoba untuk membuat segala sesuatu berubah menjadi yang seperti Anda
inginkan.
Anda sedang mencoba untuk mengetahui apa yang sedang terjadi secara apa adanya.
14. Apa yang sedang dilakukan oleh batin Anda sekarang?
Apakah berpikir? Apakah sedang menyadari?
15. Dimanakah batin Anda sekarang?
Di dalam? Di luar?
16. Apakah sedang melihat atau mengamati batin dengan benar-benar sadar,
atau hanya sekedar sadar?
17. Jangan berlatih dengan batin yang menginginkan sesuatu atau menginginkan sesuatu untuk
terjadi. Hasilnya akan membuat Anda lelah.
18. Anda harus menerima dan mengamati pengalaman-pengalaman yang baik dan buruk.
Apakah Anda hanya menginkan pengalaman-pengalaman yang baik saja?
Apakah Anda tidak menginginkan sedikit pun pengalaman yang tidak menyenangkan?
Apakah ini masuk akal?
Apakah ini jalannya Dhamma?
19. Anda harus mengecek lagi untuk melihat sikap Anda saat meditasi.
Sikap batin yang bebas dan ringan (tidak tertekan) memudahkan Anda untuk bermeditasi dengan
baik.
Apakah Anda mempunyai sikap yang benar?
20. Jangan merasa terganggu oleh batin yang sedang berpikir.
Anda tidaknya sedang berlatih untuk mencegah berpikir, tetapi sebaliknya untuk mengenali dan
mengetahui pikiran apapun yang muncul setiap saat.
21. Jangan menolak objek apapun yang menjadi perhatian Anda.
Kenali kekotoran-kekotoran batin yang muncul, yang berkaitan dengan objek tersebut, dan
tetaplah amati kekotoran-kekotoran batin tersebut.
22. Objek yang Anda perhatikan tidaklah penting; batin yang mengamati itu,- yang bekerja sebagai
dalang/background untuk menyadari adalah yang sangat penting.
Jika pengamatan dilakukan dengan sikap yang benar, maka objek apapun menjadi objek yang
tepat.
23. Hanya apabila ada keyakinan (saddh􀀀), semangat (viriya) akan muncul.
Hanya apabila ada semangat (viriya) itu ada, kesadaran batin (mindfulness), akan menjadi
berkesinambungan.
Hanya apabila kesadaran batin (sati) berkesinambungan, batin yang stabil akan terwujud.
Hanya apabila batin yang stabil (Sam􀀀dhi) itu terwujud, Anda akan mulai mengerti segala
sesuatu apa adanya.
Ketika Anda mulai mengerti segala sesuatu apa adanya (paññ􀀀), keyakinan akan tumbuh menjadi
lebih kuat.

Minggu, 05 Desember 2010

HAMIL ANGGUR, apaan sih ?

Kendati dalam istilah medis tidak dikenal Hamil Anggur, ada baiknya kita
bahas sekilas untuk tambahan sedikit pengetahuan. Nama penyakit tersebut
sebenarnya adalah Mola Hidatidosa. Nama-nama lain lihat “kata kunci”.
Mengapa disebut Hamil Anggur ? Yah, itu kan kebiasaan manusia (indonesia?),
mungkin mengaitkannya dengan bentuknya yang mirip anggur.
Kata kunci:
Mola hidatidosa, gestational trophoblastic disease, gestational trophoblastic tumors, hydatidiform
mole, invasive mole, chorioadenoma destruens, choriocarcinoma, gestational trophoblastic neoplasia.
ilustrasi: Mari kita bayangkan segerombol buah anggur. Ambil satu persatu
hingga habis, atau biarkan rontok dengan sendirinya. Apa yang terjadi ?
Tidak ada. Tidak terjadi apapun selain habisnya buah anggur dan sisa
tangkai serta dedaunan.
Penulis hanya ingin menekankan bahwa Hamil Anggur atau Mola Hidatidosa tidak
seperti gambaran ilustrasi di atas. Jika ada cairan mirip anggur yang terlepas atau
keluar dari rahim, maka akan ada resiko terjadinya perdarahan.
Apaan sih Hamil Anggur itu, apa seperti
rahasia-rahasia sinetron di TV ?
Bagaimana bisa terjadi ? Apa
penyebabnya ? Bagaimana
mengobatinya ? Ganas apa tidak ?
Apa saja resikonya ?
Itulah mungkin pertanyaan yang ingin
dilontarkan para pembaca tercinta.
picture by: Timothy H Bestor & Déborah Bourc'his
Tenang, sabar, simpan dulu pertanyaan tersebut, nanti kita bahas pelan-pelan.
   



       
  ! "

 

Sekilas pembahasan
Definisi:
Hamil anggur atau Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal berupa tumor jinak
yang terjadi sebagai akibat kegagalan pembentukan “bakal janin”, sehingga
terbentuk jaringan permukaan membran (vili) mirip gerombolan buah anggur.
Tumor jinak mirip anggur tersebut asalnya dari trofoblas, yakni sel bagian tepi ovum
atau sel telur, yang telah dibuahi, yang nantinya melekat di dinding rahim dan
menjadi plasenta (tembuni) serta membran yang memberi makan hasil pembuahan.
Bagaimana terjadinya ?
Hamil anggur atau Mola hidatidosa dapat terjadi karena:
• Tidak adanya buah kehamilan (agenesis) atau adanya perubahan (degenerasi)
sistem aliran darah terhadap buah kehamilan, pada usia kehamilan minggu ke 3
sampai minggu ke 4.
• Aliran (sirkulasi) darah yang terus berlangsung tanpa bakal janin, akibatnya
terjadi peningkatan produksi cairan sel trofoblas (bagian tepi sel telur yang telah
dibuahi) .
• Kelainan substansi kromosom (kromatin) seks.
Ingat ya, yang di atas ini adalah perjalanan penyakit (dalam bahasa medis disebut
patofisiologi)
P e n y e b a b
Penyebab pasti belum diketahui, tetapi diduga pencetusnya
antara lain kekurangan gizi dan gangguan peredaran darah
rahim (dr.Etisa Adi Murbawani)
G e j a l a
Layaknya orang hamil, tanda awal persis kehamilan biasa,
misalnya terlambat haid, keluhan mual, muntah. Hanya
saja keluhan tersebut lebih hebat. Jika diperiksa tes kehamilan, hasilnya positif juga.
   

#

       
  ! "

 

Tapi bukan berarti kalo muntah-muntah hebat sampai lemes lantas tergopoh-gopoh
takut bahwa itu hamil Anggur. Masih ada tanda lain dan pemeriksaan penunjang
untuk memastikan diagnosa.
Selain gejala umum di atas, tanda-tanda lain diantaranya:
Tidak ada tanda-tanda gerakan janin
Rahim nampak lebih besar dari umur kehamilan, misalnya terlambat 2 bulan, rahim
nampak seperti hamil 4 bulan
Keluar gelembung cairan mirip buah anggur bersamaan dengan perdarahan
Pemeriksaan penunjang
Pada pemeriksaan radiologis atau rontgen, tidak terlihat gambaran tulang janin.
Yang nampak justru gambaran mirip sarang lebah (honeycomb) atau gambaran
mirip badai salju (snow storm)
Demikian pula pada pemeriksaan USG (ultrasonografi), ditemukan gambaran mirip
badai salju, tidak adanya gambaran yang menunjukkan denyut jantung janin.
Pemeriksaan lain adalah dengan patologi anatomi, yakni
pemeriksaan mikroskopis gelembung cairan mirip anggur.
Gambar mikroskopis Hamil Anggur ( Mola hidatisosa )
Pemeriksaan penting lainnya, pengukuran kadar hormon korionik gonadotropin
(HCG), yakni hormon untuk mengidentifikasi kehamilan. Pada Hamil Anggur kadar
hormon ini (HCG) meningkat lebih tinggi dari kadar kehamilan normal.
Pengobatan
Pada dasarnya mola (hamil anggur) adalah tumor jinak, namun dapat berkembang
menjadi ganas, kemungkinan menjadi ganas sekitar 20%.
Prinsip penatalaksanaan adalah:
• Pengeluaran mola (evakuasi). Pada wanita subur dan masih menginginkan
anak, dapat dilakukan kuret atau kuret hisap. Kuret ulangan dilakukan sekitar
seminggu setelah kuret pertama, untuk memastikan bahwa rahim benar-benar
sudah bersih.
   

$

       
  ! "

 

Sedangkan bagi wanita usia lanjut atau yang sudah tidak menginginkan
tambahan anak, dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi)
• Follow up, yakni pengawasan lanjutan untuk monitor dan evaluasi pasca
evakuasi. Langkah pengawasan dilakukan secara klinis, laboratorium dan
radiologis.
Pengawasan lanjutan dengan pemeriksaan kadar HCG. Pemeriksaan ini
dilakukan 1 minggu sekali sampai kadar HCG menjadi negatif. Setelah itu masih
diperiksa sampai tiga minggu berturut-turut kadar HCG tetap negatif.
Selanjutnya masih diperiksa setidaknya sebulan sekali selama 6 bulan.
Jika ternyata pemeriksaan HCG tidak sesuai harapan, atau dengan kata lain
kadarnya tetap atau malah naik, perlu diberikan obat kemoterapi.
Cara pengawasan lain dengan pemeriksaan radiologis, dilakukan 6 bulan sekali.
Kapan boleh hamil lagi ?
Pada dasarnya penderita mola dianjurkan tidak hamil sampai pengawasan lengkap
selesai dilakukan. (Sydney Gynaecological Oncology Group)
Bagi wanita yang belum punya anak, dianjurkan memakai alat kontrasepsi untuk
menunda kehamilan selama 1 tahun, dan bagi yang sudah punya anak dianjurkan
tidak hamil selama 2 tahun.
Angka kejadian
Berdasarkan referensi, angka kejadian mola ( hamil anggur) bervariasi.
Wanita asia umumnya memiliki kecenderungan lebih tinggi, yakni 1 dari 80-120
kehamilan, sedangkan wanita eropa 1 dari 1500-2000 kehamilan.
So, langkah bijak adalah kontrol teratur selama hamil. Bukan saja karena mola,
namun untuk memastikan kehamilan tetap tumbuh normal, dan dapat diketahui
secara dini bila menunjukkan adanya kelainan.